Beberapa Cara Menggunakan Minyak Essensial Yang Benar


Minyak atsiri atau essential oil sudah sering didengar Anda. Namun, Anda harus berhati-hati dan tahu cara memakainya agar tidak menimbulkan efek samping. Beda kandungan essential oil, beda cara pemakaiannya. Ada yang perlu dicampur (diencerkan) dengan minyak lain, ada juga yang langsung aman digunakan. Akhir-akhir ini minyak atsiri banyak digunakan sebagai bagian dari “obat” karena manfaatnya melawan virus, bakteri, dan lain-lain.

Bagaimana cara menggunakan minyak esensial?

Jika Anda memutuskan untuk mencoba berbagai jenis minyak esensial, Anda perlu tahu betul cara menggunakan ini. Beberapa cara menggunakan minyak esensial adalah:

Fuser

Diffuser adalah perangkat yang dapat membantu menyebarkan minyak esensial ke udara di dalam ruangan. Ada berbagai jenis diffuser yang bisa digunakan, lengkap dengan panduannya masing-masing. Cetakan dapat berupa keramik, listrik, lilin, tebu hingga ultrasonik.

Inhalasi

Cara termudah untuk menggunakan minyak esensial adalah dengan menghirupnya dalam-dalam beberapa kali. Namun, pastikan minyak esensial tertentu tidak bersentuhan langsung dengan kulit.

bahan kering

Hanya bahan kering seperti kapas atau kain lembut yang dibutuhkan untuk menggunakan minyak esensial ini. Kemudian tambahkan beberapa tetes minyak esensial ke kain dan tarik napas dalam-dalam. Bisa ditempel di hidung atau tertinggal di dalam.

Oleskan ke kulit

Ini adalah cara paling populer untuk menggunakan minyak esensial, yang dioleskan langsung ke kulit melalui pijatan. Pada umumnya pijatan minyak atsiri akan difokuskan pada area otot yang mengalami nyeri atau tegang.
Selain itu, bisa juga dipijat secara perlahan pada titik-titik seperti pelipis dan pergelangan tangan. Minyak atsiri juga bisa dipijat ke kaki dan sekitar hidung.

Dicampur dengan perlengkapan mandi

Anda juga dapat menambahkan tes minyak esensial ke produk seperti sampo, kondisioner, atau sabun. Selain itu, Anda juga bisa meneteskan minyak atsiri pada kain lembab lalu menggunakannya untuk pengelupasan tubuh saat mandi.

Dicampur dengan produk perawatan kulit

Biasanya, minyak esensial ditambahkan ke toner, serum atau esens. Namun, pencampurannya harus dalam komposisi yang tepat agar tidak menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit.

Reaksi kulit seseorang terhadap paparan langsung minyak esensial juga berbeda. Beberapa orang lebih sensitif daripada yang lain, jadi Anda harus selalu menggunakan minyak esensial dengan terlebih dahulu mencampur dengan minyak pembawa seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Disarankan juga untuk melakukan tes tempel untuk mengetahui apakah ada reaksi alergi tertentu.

Kenali Penyakit Yang Ada di Otak Yaitu Abses Otak


Otak sebagai pusat kendali tubuh yang paling rumit pun juga dapat mengalami infeksi. Seperti abses otak, suatu kondisi di mana bakteri, jamur, atau parasit menginfeksi otak yang bisa menyebabkan pembengkakan.

Sama seperti abses yang terjadi ketika ada luka yang mengeluarkan nanah, begitu juga abses otak. Sel-sel otak yang terinfeksi, jamur, bakteri, sel darah putih, virus, dan parasit semuanya terdapat dalam abses otak.

Penyebab abses otak

Ketika pembengkakan abses otak semakin parah, dapat memberi tekanan pada jaringan otak lainnya. Selain itu, tengkorak tidak bisa diperbesar atau ditekuk. Hal ini dapat merusak jaringan otak yang rapuh. Ada kemungkinan otak mengalami infeksi, salah satu pemicunya adalah karena darah mengalir ke seluruh tubuh, termasuk mampu membawa infeksi dari bagian tubuh lainnya. Terkadang darah mengalir dari sistem saraf pusat ke otak juga. Dalam 15-13% kasus ini adalah penyebab abses otak.

Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Umumnya abses otak ini terjadi pada orang yang pernah menderita penyakit jantung sianotik (bawaan), pneumonia, peritonitis, infeksi jaringan jantung, hingga tindik lidah.

Selain itu, abses otak juga bisa terjadi ketika ada infeksi di daerah sekitar tengkorak seperti telinga atau hidung dan menyebar ke sistem saraf pusat. Dari sana, infeksi akan berlangsung ke otak.

Perbedaan Antara Abses Otak dan Radang Otak

Walau keduanya dapat mengganggu fungsi otak, abses otak dan radang otak adalah dua kondisi yang berbeda. Meski belum diketahui secara pasti, penyebab radang otak diyakini karena daya tahan tubuh yang lemah.

Artinya, infeksi bisa berasal dari dalam (primary encephalitis) atau dari luar (secondary encephalitis). Dalam kasus ensefalitis sekunder, ada virus yang menyebar ke otak dan menyebabkan peradangan.

Pasien mungkin mengalami kejang, halusinasi, kelumpuhan wajah, gangguan bicara, leher kaku, gangguan penglihatan dan sering kehilangan kesadaran.

Ketika abses otak terjadi, kondisi ini harus segera diobati karena dapat mengancam jiwa. Pasien mungkin mengalami demam, gelisah, kejang, gangguan penglihatan, perubahan perilaku dan kesulitan berkomunikasi.

Semakin jelas efek penyebab abses otak, semakin tepat langkah pengobatannya. Petunjuk untuk mengidentifikasi pemicunya bisa dengan melihat dimana abses. Kini dengan metode CT scan, diagnosis kasus abses otak bisa lebih mudah. Oleh karena itu, orang yang diduga mengalami gejala abses otak harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Mari Mengenal Penyakit Pneumonia dan Bronkitis !


Radang paru-paru atau yang biasa kita sebut dengan pneumonia dan bronkitis merupakan penyakit dalam pernapasan yang cukup umum. Namun, ada beberapa orang yang bingung membedakan antara pneumonia dan bronkitis.

Pneumonia dan Bronkitis

Meski sama-sama mengganggu pernapasan, kedua penyakit ini menyerang bagian paru-paru yang berbeda. Pneumonia atau radang paru-paru menginfeksi alveolus atau kantung udara di paru-paru. Kondisi ini menyebabkan kantung udara terisi cairan atau nanah.

Sedangkan bronkitis menginfeksi saluran pernapasan utama yaitu bronkus yang membawa udara ke paru-paru. Dalam kasus tertentu, bronkitis dapat berkembang menjadi pneumonia jika tidak ditangani secara menyeluruh.

Bronkitis dapat berlangsung selama beberapa minggu (bronkitis akut) atau bila menjadi parah dapat berlangsung terus menerus atau berkepanjangan (bronkitis kronis). Pada umumnya penderita bronkitis kronis adalah orang yang merokok.

Sekilas, gejala pneumonia seringkali sama dengan bronkitis. Keduanya menyebabkan produksi lendir yang kental, berwarna hijau atau kuning.

Apa Penyebab Pneumonia dan Bronkitis?

Selain daerah yang terinfeksi dan ciri-ciri penyakit yang berbeda, penyebab pneumonia dan bronkitis juga sangat berbeda. Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau Mycoplasma, organisme yang memiliki karakteristik mirip dengan bakteri dan virus.

Secara umum bakteri penyebab pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae dan virus penyebab pneumonia adalah virus influenza, sedangkan jamur penyebab pneumonia adalah Pneumocystis jiroveci.

Bronkitis juga dapat disebabkan oleh bakteri dan virus, tetapi paling sering bronkitis akut disebabkan oleh virus. Bronkitis kronis sering disebabkan oleh paparan zat yang mengiritasi paru-paru, seperti asap rokok.

Bagaimana dengan flu?

Selain bronkitis, flu merupakan infeksi paru lain yang juga hampir sulit dibedakan dengan pneumonia. Ketika seseorang terkena flu, gejalanya langsung, tetapi dengan pneumonia, gejalanya muncul perlahan.

Perlu diingat bahwa virus flu dan virus penyebab flu dengan gejala batuk pilek, yaitu rhinovirus, berbeda. Virus influenza menyebabkan gejala pernapasan yang lebih parah.

Terkadang pneumonia dapat disebabkan oleh komplikasi dari virus flu yang menyerang bagian bawah paru-paru. Ketika ini terjadi, Anda awalnya akan merasa lebih baik, tetapi kemudian gejalanya akan kembali ke tingkat yang lebih parah.