Serba Serbi Seputar Gunung Salak Yang Perlu Kalian Ketahui

Menurut halaman Wikipedia, Gunung Salak masuk kedalam kompleks gunung berapi yang ada di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di tahun 2003 silam, Gunung Salak diawasi langsung oleh pihak Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Gunung Salak sendiri sudah masuk kedalam gunung berapi tua.Gunung ini memiliki ketinggian 2.211 mdpl sedangkan nama Salak sendiri diambil dari bahasa Sansekerta, Salaka yang memiliki arti perak.

Ada beberapa kawah aktif di Gunung Salak, yakni kawah Ratu, Cikuluwung Putri, serta Kawah Hirup. Pada tahun 1600, sudah tercatat beberapa kali letusan yang terjadi, letusan terakhir terjadi pada tahun 1983.

Meski Gunung Salak terbilang rendah, namun medan yang harus dilalui ketika melakukan pendakian cukup sulit.Untuk mendaki Gunung Salak, ada beberapa jalur yang bisa dipilih, namun yang paling sering dipilih adalah Jalur Salak I dan Jalur Salak II.

Membahas lebih dalam tentang Kawasan Hutan Gunung Halimun dan Salak, taman nasional ini masuk kedalam tiga wilayah, yakni Kabupaten Lebak, Sukabumi dan juga Bogor.

Bagi kalian yang ingin kursus atau mengikuti pelatihan alam bebas dan perkemahan, disini juga ada Cagar Alam Sukamantri yang menyediakan pelatihan tersebut. Nantinya para peserta akan mendapatkan pelatihan terkait bagaimana melakukan pertolongan pertama, mencari air, navigasi daratan serta membuat tempat berteduh ketika tersesat dihutan.

Tingkatannya sendiri terbagi menjadi dua, tingkatan mudah dan sedang. Jika memilih yang mudah, maka pelatihan yang diberikan lebih cocok dipelajari oleh pendaki pemula, sedangkan untuk tingkatan sedang lebih cocok diikuti oleh pendaki yang sudah berpengalaman.

Hal-Hal Yang Wajib Diperhatikan Ketika Mendaki Gunung

Tahun demi tahun jumlah pendaki gunung di Indonesia terus mengalami peningkatan. Banyak alasan yang mendasari melonjaknya jumlah pendaki. Namun perlu diingat, ketika mendaki gunung, kita perlu tahu hal-hal apa saja yang pamali untuk dilakukan. Seperti yang kita tahu, budaya Indonesia sangatlah beragam, ada banyak pantangan-pantangan yang berkaitan dengan kebudayaan dan kepercayaan masyarakat sekitar gunung tempat kita mendaki. Berikut ini beberapa pantangan yang perlu diperhatikan jika ingin mendaki.

1. Jangan pernah mengabaikan himbauan yang diberikan oleh petugas dan jangan mendaki secara ilegal.

Biasanya sebelum melakukan pendakian akan ada wejangan dari petugas yang bertugas. Jangan pernah menghiraukan wejangan tersebut. Pasalnya wejangan yang diberikan oleh petugas dilakukan demi kebaikan si pendaki itu sendiri. Selain itu jangan sampai melakukan pendakian ilegal atau melewati jalur yang dilarang untuk dilalui.

2. Jangan pernah memotong jalur dan membuat jalur baru ketika mendaki.

Tidak dapat kita pungkiri, akan selalu ada pendaki yang “sok ide” keluar dari jalur pendakian yang seharusnya dan ingin membuat jalur baru dengan cara memotong. Jangan pernah melakukan hal ini ! Selain berbahaya, kalian juga tidak tahu medan seperti apa yang sudah menanti di jalur tersebut.

3. Jangan merusak ataupun mengubah tanda atau papan informasi ketika mendaki.

Papan informasi ketika mendaki sangatlah penting. Banyak pendaki yang membutuhkan arahan ketika mendaki dan papan informasi ini sangatlah penting bagi mereka. Jangan pernah merubah arah dari petunjuk jalan yang ada karena dapat membuat pendaki lain tersesat.

4. Say no to VANDALISME !

Vandalisme sudah menjadi benih kejahatan yang sulit untuk dihilangkan. Sikap vandalisme sangat dilarang di seluruh dunia karena dapat merusak objek alam yang ada disekitaran jalur pendakian, jadi selalu jaga alam agar tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

5. Jangan nyalakan api unggun jika tidak perlu

Api unggun memang dapat menghangatkan badan, tetapi jika tidak terlalu perlu, jangan menyalakan api unggun. Pasalnya bunga api dari api unggun dapat memicu kebakaran dan jika terjadi kebakaran akan sangat sulit untuk dipadamkan melihat medan yang harus dilalui oleh petugas pemadam kebakaran cukup sulit.

Serba Serbi Gunung Bawakaraeng Di Sulawesi Selatan

Gunung Bawakaraeng merupakan salah satu gunung yang paling terkenal di Sulawesi Selatan. Gunung ini juga menjadi gunung yang difavoritkan oleh para pendaki di Sulawesi. Gunung Bawakareng memiliki jalur pendakian yang terbilang sulit sehingga lebih dikhususkan bagi pendaki profesional.

Puncak Gunung Bawakaraeng merupakan puncak tertinggi yang ada di Sulawesi Selatan. Gunung ini terletak di Kabupaten Gowa, Kecamatan Tinggimoncong, Sulawesi Selatan. Ketinggian gunung ini mencapai 2830 Mdpl dan merupakan puncak terdingin di Sulawesi.

Bawakaraeng memiliki arti yang cukup unik, dimana Bawa memiliki arti Mulut, sedangkan Karaeng berarti “Tuhan ataupun Raja”. Jika mendengar nama tersebut, sepertinya wajar, pasalnya gunung ini merupakan tempat yang dianggap suci dan sering digunakan untuk melakukan ritual keagamaaan oleh penduduk sekitar gunung.

Menurut legenda masyarakat sekitar, Gunung Bawakaraeng dulunya sering dijadikan tempat untuk berkumpul oleh para wali Allah. Selain itu ada mitos yang mengatakan bahwa gunung ini dihuni oleh penunggu yang sangat cantik bernama Noni.

Ada satu hal unik dari Gunung Bawakaraeng, dimana tempat ini sering dijadikan tempat untuk beribadah haji saat bulan Zulhijjah. Orang yang sudah menunaikan ibadah haji disini akan diberi gelar Haji Bawakaraeng.

Pada tahun 2004 silam terjadi tragedi longsong yang mengakibatkan tewasnya 30 penduduk serta puluhan orang luka-luka. Selain itu persawahan dan perkebunan yang ada disekitar area gunung juga terkena dampak longsor tersebut.