Posisi Tidur Yang Baik Untuk Membuat Nyenyak


Tahukah Anda bahwa posisi tidur Anda memengaruhi seberapa baik Anda beristirahat? Tidak salah untuk mengetahui jika ada posisi tidur nyenyak yang bisa menjamin kualitas tidur yang optimal. Karena posisi istirahat yang berbeda juga memiliki efek yang berbeda.

Terutama bagi orang-orang dengan kondisi medis tertentu. Posisi tidur tertentu bahkan dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin untuk sering merasa gelisah saat tidur hingga menemukan postur yang tepat.

Strategi untuk Menemukan Posisi Tidur yang Baik

Tidak semua orang bisa tidur sepanjang malam. Jika Anda merasa telah mencoba segala cara untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, tetapi tidak berhasil, strategi posisi tidur Anda mungkin berhasil.
Karena setiap individu berbeda, ini tidak dapat digeneralisasikan satu sama lain. Harus ada trial and error untuk menemukan posisi yang paling cocok. Jadi, apa saja pilihannya?

Posisi janin

Tidak hanya bayi dalam kandungan, orang dewasa dan orang tua juga sangat populer dalam memilih posisi tidur meringkuk seperti janin. Posisi janin ini juga patut dicoba untuk orang yang memiliki masalah punggung, sedang hamil dan juga untuk orang yang sering mendengkur atau mendengkur saat tidur.

Sayangnya, ada juga kerugian untuk tidur dalam posisi ini. Salah satunya adalah pengereman saat Anda menarik napas dalam-dalam. Selain itu, penderita masalah persendian seperti nyeri atau tegang dapat mengalami banyak keluhan saat bangun tidur di pagi hari.

Berbaring miring

Berbeda dengan posisi tidur terbaik ibu hamil yang miring ke kanan, berbaring miring ke kiri bisa menjadi pilihan yang baik untuk posisi tidur yang baik. Selain mengurangi risiko mendengkur dan sakit maag, pose ini juga baik untuk pencernaan. Jadi bagi Anda yang memiliki masalah GERD dan sering terbangun di malam hari karena sakit maag, ada baiknya Anda tidur miring ke kiri.

Di sisi lain, tentu ada juga kekurangan dari posisi yang satu ini. Karena bahu Anda bisa terasa kaku saat Anda menjadi pusat perhatian sepanjang malam. Belum lagi risiko rahang terasa kaku. Seolah-olah itu belum cukup, ada juga risiko berbaring bisa mempercepat tanda-tanda penuaan, seperti kerutan.

Tidur tengkurap

Posisi tidur ini kurang populer karena bisa menyebabkan sakit leher dan punggung. Belum lagi ketegangan yang tidak perlu yang membuat otot dan persendian menjadi lebih berat. Tidak heran beberapa orang terbangun kesakitan setelah berbaring telentang sepanjang malam.