5 Fakta Gunung Tangkuban Perahu Yang Wajib Di Ketahui

5 Fakta Gunung Tangkuban Perahu Yang Wajib Di Ketahui

Selain merupakan negara kepulaua terbesar di dunia, Indonesia juga merupakan negara dengan banyaknya pegunungan yang mengelilingi seluruh nusantara.

Banyak sekali gunung di Indonesia yang sangat terkenal baik itu dari keindahannya hingga mitos-mitos dibalik gunung tersebut. Salah satunya adalah Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Perahu mungkin menjadi gunung yang paling terkenal di Indonesia. Hal ini didasarkan dimana hampir semua anak-anak di Indonesia pernah membaca atau mendengar legenda Sangkuriang.

Gunung yang kembali erupsi pada hari jumat (26/0/2019) pukul 15.48 wib tersebut juga memiliki panorama alam yang cantik. Dengan tinggi mencapai 2.084 mdpl, Tak heran jika banyak wisatawan yang berbondong-bondong datang ke Tangkuban Perahu.

Berikut beberapa fakta Gunung Tangkuban Perahu yang wajib untuk kamu ketahui.

Legenda Sangkuriang

Seperti yang sudah disebutkan diatas, Legenda Sangkuriang merupakan cerita yang bisa dikatakan diketahui oleh semua masyarakat Indonesia.

Terciptanya Gunung Tangkuban Perahu di kisahkan karena sebuah perahu yang di tendang oleh Sangkuriang karena Dayang Sumbi enggan menikahinya.

Berbentuk Perahu Terbalik Jika Di Lihat Dari Selatan

Ingin melihat Gunung Tangkuban Perahu berbentuk kapal terbalik, Maka kamu harus melihatnya dari sisi selatan. Dua kawah pada arah barat dan timur menciptakan visual gunung berbentuk sebuah perahu yang terbalik.

Tempat Para Dewa

Sebutan lain dari Gunung Tangkuban Perahu adalah tempat para dewa. Kata perahu sendiri dalam etimologi merujuk pada 2 buah suku kata yakni Para yang memiliki arti banyak, Sedangkan Hu memiliki arti dewa ataupun kebaikan.

Memiliki 9 Buah Kawah

Keberadaan 9 buah kawah pada Gunung Tangkuban Perahu menjadikannya memiliki panorama yang sangat indah untuk disaksikan.

Terdapat 3 buah kawah terbesar dengan diameter yang mencapai 500 m yakni kawah Ratu, Domas, dan Upas. Namun gas beracun yang terdapat pada kawah Ratu dan Upas membuat lokasi ini ditutup sejak tahun 1975.

Sebagai Sumber Air Cekungan Bandung

Hadirnya Gunung Tangkuban Perahu telah memberikan banyak hal positif bagi masyarakat. Sebagai taman wisata alam, Gunung ini juga memiliki fungsi ekologis, ekonomis hingga tenologis.

Selain itu, Gunung Tangkuban Perahu juga sangat membantu masyarakat Bandung karena merupakan sumber air cekungan bandung sebesar 60 persen.

Kerusakan ekologis di wilayah Gunung Tangkuban Perahu tentu sangat berdampak bagi masyarakat Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *